Kamis, 12 Agustus 2010

Korsel Selidiki Dugaan Korut Sengaja Kirim 200 Ranjau

created by : Rafisaaa di 20.40
Seoul (SIB)
Korea Selatan sedang menyelidiki dugaan apakah lusinan ranjau yang tersapu hingga ke perairan pesisir Korsel dan menewaskan satu orang sengaja dilakukan Korut. Sekitar 200 ranjau – semuanya tersimpan di dalam kotak kayu – ditemukan di pesisir Korsel sejak akhir Juli dan para pejabat Seoul awalnya yakin rnajau-ranjau itu terbawa akibat hujan deras yang terjadi di Pyongyang.

Akan tetapi seorang pejabat Korsel seperti dilansir Associated Press, Rabu (11/8), mengatakan mereka memiliki pendapat lainn, dua hari setelah Pyongyang menembakkan artileri ke wilayah perairan. “Kami menduga ranjau-ranjau itu terbawa hujan namun kemungkinan dilakukan dengan sengaja kini menjadi opini baru oleh media,” ujar jubir kepresidenan Kim Hee-jung. Kecurigaan juga diungkapkan Badan Intelijen Nasional Korsel.
Namun pemerintah Seoul saat ini belum memiliki bukti-bukti kuat bahwa Pyongyang sengaja mengapungkan ranjau-ranjau itu ke sungai sehingga terbawa ke perairan Korsel. Akan tetapi media Korsel, termasuk harian Munhwa Ilbo, melaporkan ranjau-ranjau itu mungkin berkaitan dengan beberapa kali peringatan yang dilontarkan Korut bahwa mereka akan membalas latihan gabungan militer AS-Korsel. Harian Munhwa Ilbo, mengutip sumber dari pejabat intelijen yang merahasiakan namanya, menyebutkan ini untuk pertama kalinya ranjau darat Korut ditemukan di pesisir Korsel walau Pyongyang selalu dilanda kebanjiran.

Sementara itu Seoul mengirim pesan kepada Korea Utara yang mendesak Pyongyang agar membebaskan tujuh awak dan kapal nelayan Korea Selatan yang ditangkapnya akhir pekan lalu, kata kementerian unifikasi Seoul.

Korea Selatan, dalam pesan yang difaksimilkan melalui jalur khusus militer, meminta Korea Utara agar membebaskan kapal dan awaknya “berdasarkan hukum internasional dan adat serta semangat kemanusiaan,” kata juru bicara kementerian itu, Lee Jong-Joo dalam suatu penjelasan. Penangkapan kapal penangkap cumi-cumi itu berbobot 41 ton itu dan awaknya – empat warga Korea Selatan dan tiga China – meningkatkan ketegangan yang telah berlangsung beberapa bulan antara kedua pihak.
Pesan itu dikirim atas nama Palang Merah Korea Selatan kepada timpalannya di Korea Utara, suatu bentuk komunikasi yang digunakan di masa lalu untuk menangani kapal-kapal nelayan yang menyeberangi perbatasan laut kedua negara.

Pasukan penjaga pantai Korea Selatan mengatakan, kapal tersebut diduga memasuki zona ekonomi eksklusif yang diakui oleh Korea Utara di Laut Jepang (Laut Timur), saat ditangkap. Sejauh ini tidak ada pernyataan dari Pyongyang mengenai insiden itu.
Penangkapan itu dilakukan pada saat latihan besar angkatan laut Korea Selatan di Laut Kuning, di mana Korea Utara mengancam melakukan balasan. Ketegangan-ketegangan lintas-perbatasan telah meningkat sejak Korea Selatan dan Amerika Serikat menuduh Korea Utara Mei lalu mentorpedo kapal perang Seoul, Cheonan, yang menewaskan 46 orang.
Korea Utara membantah keras terlibat dalam insiden kapal perang tersebut. Pyongyang mengatakan, latihan angkatan laut itu digelar sebagai tanggapan atas tenggelamnya kapal tersebut, juga gladi resik untuk suatu agresi. Pada Senin lalu, sesaat setelah latihan angkatan laut Korea Selatan berakhir, Korea Utara menembakkan sekitar 130 artileri ke dekat perbatasan Laut Kuning yang disengketakan.

Sekitar 10 dari tembakan-tembakan meriam itu mendarat di selatan garis perbatasan, yang memicu militer Korea Selatan Selasa berikrar akan memberikan tanggapan tegas terhadap provokasi masa depan. China, satu-satunya sekutu kuat Korea Utara, telah menyatakan keprihatinan atas penahanan warganya sebagai awak dalam kapal nelayan itu.(Ant/AFP/AP/WH/g)


cr : hariansib

0 komentar:

Posting Komentar

jika kalian suka dengan artikel ini, silakan tinggalkan komentar di sini. NO SPAM AND PORN !!

 

Korean Wave Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review